Kesamaan Jepang dan Indonesia Dalam Menyambut Atlet Berprestasi
faktualindonesia-Di masa kini, menjadi pahlawan tidak melulu menunggu untuk berperang. Tetapi mengukir prestasi di ajang kejuaraan Dunia juga merupakan pahlawan . Salah satunya ajang pertandingan olahraga dunia seperti Olimpiade.
Setiap kali seorang atlet sukses meraih medali emas Olimpiade smbutan istimewa selalu tersaji seperti yang dialami oleh Yuzuru Hanyu (Jepang) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia).
Yuzuru Hanyu yang adalah figure seorang skating asal Jepang sukses bikin macet kota Sendai di Jepang. Hal ini terjadi pada hari Minggu (22/4/2018), dikarenakan kerumunan massa yang menyambut sang pahlawan .
Mempunyai julukan Ice Prince, atlet 23 tahun tersebut diarak di kota kelahirannya bersama keping medali emas yang ia raih pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.
Ini bukan kali pertama Hanyu bikin Sendai macet total. Pada tahun 2014, Yuzuru Hanyu sukses juga menyedot perhatian 92.000 orang untuk berkumpul demi melihatnya bersama medali emas Olimpiade Sochi 2014.
Peristiwa seperti ini juga mengingatkan pada pawai yang digelar untuk merayakan kesuksesan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dua tahun lalu.
Di Olimpiade Rio 2018 pasangan ganda campuran nasional Indoensia tersebut sukses mempersembahkan medali emas.
Tak tanggung-tanggung, parade medali emas Olimpiade berlangsung tidak hanya di Jakarta, tetapi juga dirayakan di Kudus.
Dengan menumpang bis dengan atap terbuka, Tontowi/Liliyana menjadi pusat perhatian masyarakat yang ingin melihat sang pahlawan olahraga mengenakan medali emas di leher mereka.
Seperti Yuzuru Hanyu, pawai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga sukses membuat macet kota-kota yang mereka singgahi karena antusiasme masyarakat yang tidak terbendung.
Semakin banyak anak bangsa yang mengharumkan nama Negara tentu akan sangat membuat bangga masyarakat negara tersebut. Karena mereka telah berusaha degan sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi bangsanya.




Komentar
Posting Komentar