Panama Tarik Duta Besar dari Venezuela Karena Konflik Yang Menegang







suaraid-Menyusul dari rencana Panama menggelar pertemuan Organisasi Negara Amerika untuk membahas kerusuhan di Venezuela. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro kemudian mengambil langkah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Panama. Maduro kemudian mengatakan bahwa tidak hanya memutuskan hubungan diplomatis melainkan juga akan memutuskan hubungan kemitraan ekonomi. "Semua hubungan di bidang perdagangan dan ekonomi juga akan saya bekukan mulai saat ini," kata Maduro, diberitakan BBC.

Atas Tindakan tersebut, Panama kemudian menarik duta besarnya dari Venezuala. Tindakan ini adalah sebagai aksi balasan setelah negara Amerika Selatan itu melarang bisnis kunci Panama beroperasi di dalam negaranya.



Meningkatnya ketegangan antara kedua Negara latin ini dimulai dari beberapa hari terakhir ketika Panama menempatkan Presiden Nicolas Maduro pada daftar pejabat Venezuela "berisiko tinggi" dikarenakan pencucian uang.
Kemudian Venezuela mengumumkan larangan sementara kepada sekelompok pengusaha dan pemimpin Panama. Termasuk diantaranya Presiden Juan Carlos Varela dan Copa, salah satu dari beberapa maskapai yang masih beroperasi di Venezuela.

Dalam mengumumkan penarikan utusannya, pemerintah Panama menggambarkan langkah Venezuela sebagai reaksi politik yang kurang substansi. Panama juga meminta Venezuela untuk memanggil pulang duta besarnya dari Panama, kata para pejabat seperti dikutip dari ABC News, Jumat (6/4/2018).

Awal terjadinya perselisihan itu terjadi ketika Venezuela terperosok dalam krisis ekonomi dan politik. Negara ini juga semakin terisolasi dari komunitas global. Adanya larangan 90 hari membatasi kegiatan komersial di Venezuela dijatuhkan kepada 22 pemimpin bisnis dan 46 perusahaan di Panama.
Caracas membenarkan suspensi itu dengan mengatakan menambah "ukuran perlindungan sistem keuangan, ekonomi dan komersial."
Disebukan oleh Panama bahwa 16 perusahaan Venezuela dan 55 orang yang dicurigai melakukan pencucian uang. Wakil presiden Venezuela, pemimpin partai sosialis Diosdado Cabello dan Jaksa Agung Tarek William Saab adalah beberapa orang yang juga termasuk dalam daftar ini
Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada Maduro dan puluhan pejabat tinggi Venezuela, dan telah menuduh negara itu telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan menuju menjadi negara diktator.

Negara lain yang turut dalam memberikan sanksi adalah Uni Eropa.Negara tersebut memberlakukan sanksi ekonomi dan perjalanan terhadap tujuh pejabat senior Venezuela yang dituduh melanggar aturan hukum.
Dengan adanya berbagai konflik yang terjadi di Venezuela, membuat Negara latin tersebut terguncang , baik dalam perekonomian maupun tingkat keamanan Negara tersebut. Setidak nya hampir setiap hari terjadi demontrasi pada pemerintah yang mengeluhkan tingkat kejahatan yang tinggi dan mengeluhkan kebutuhan bahan pokok yang berkurang.

Komentar

Postingan Populer