Pelita Jaya Dibuat Tak Berdaya oleh Satria Muda






jurnalkini-Liga Bola Basket Indonesia musim 2017-2018 yang dimulai pada 8 desember 2017 lalu, berakhir pada 22 april 2018. Liga ini di akhiri dengan pertemuan dua team asal Jakarta Pelita Jaya dan Satria Muda.

 Dalam game penentuan duel final IBL 2017/2018, Pelita Jaya (PJ) Jakarta harus takluk dari Satria Muda (SM) Jakarta dengan skor 64-69. Kekalahan ini membuat Xaverius Prawiro cs harus merelakan gelar juara kepada SM usai kalah 1-2, Minggu malam 22 April 2018 di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta.

Dengan sikap yang sportif Pelatih PJ, Johannis ‘Ahang’ Winar, dapat menerima kekalahan tersebut dan memberikan ucapan selamat kepada SM yang berhasil menjadi juara IBL 2017/2018.
"Pertama saya bilang congratulation ke coach Youbel (Sondakh) yang sudah bisa juara dan meraih kemenangan," kata Ahang kepada para wartawan usai pertandingan.

Lebih lanjut, Ahang menjelaskan bahwa para pemain telat mengambil momentum. Sejak awal pada kuarter 1, PJ tak berdaya menghadapi tekanan Satria Muda .
"Mengenai game tadi kami telat mengambil momentum saja. Kami kalah di awal, Satria Muda sudah memegang kendali duluan," jelas Ahang.
"Jadi kami berusaha untuk menyamai kedudukan. Tapi, para pemain terburu-buru, banyak peluang yang tak bisa menghasilkan poin," ujarnya.
Namun, Ahang tetap memuji perjuangan yang ditunjukkan para pemain hingga detik-detik terakhir. Sebab walaupun gagal dalam menyamakan kedudukan akibat berpacu dengan waktu, tapi Pelita Jaya mampu memangkas dan memperpendek ketertinggalan,
“Jadi saya kasih kredit buat pemain saya mereka tetap bertarung dan fight sampai detik terakhir sampai under 25 detik. Kami ada kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Game is the game, saya terima kasih kepada pemain yang memberikan hasil terbaik," ungkap Ahang.
Berbasis di Jakarta , Pelita Jaya adalah juara bertahan yang mempunyai prestasi banyak llima tahun kebelakang. Namun semoga kekalahan ini menjadi pelajaran bagi Pelita jaya untuk kedepannya

Komentar

Postingan Populer